2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Judul : ISLAM DAN BUDAYA LOKAL Deskripsi Tradisi Masyarakat Kabupaten Nunukan Penulis : Eko Nani Fitriono, S.Th.I., M.P.I., Nur Halisa, Mega Kaswajeng, Satriani, Ana, Ade Irma Suryani, Arminda Purnama, Fadhil Edryansyah, Mustainah, Armansyah, Dewi Surya Ningsih, Dini Suryani, Gina Musliyati M., Gunatang, Nira Siti Nurazizah, Hardin, Hariyani, Jumiati, Nur Anisa, Suryani, Nurman Iskandar, Rahmania Safitri, Nurfitriani Ibrahim Ukuran : 15,5 x 23 cm Tebal : 145 Halaman No ISBN : 978-623-6233-73-3 Kabupaten Nunukan terletak di perbatasan paling utara Indonesia. Daerah ini berbatasan langsung dengan Negara Malaysia. Sebagai tempat transit, Kabupaten Nunukan dihuni oleh penduduk asli dan pendatang yang datang dari berbagai pulau yang ada di Indonesia, seperti pulau Jawa dan Sulawesi, maka tidak heran dari masyarakat yang heterogen tersebut lahirnya budaya yang beragam. Berbagai tradisi dan budaya masyarakat Nunukan, mulai dari tradisi yang berkaitan dengan etika, pernikahan, akulturasi budaya lokal dan Islam, serta ritual lainnya yang dipaparkan dalam bingkai Islam dapat pembaca temukan dalam buku ini. Buku kolaborasi tulisan dosen dan mahasiswa STIT Ibnu Khaldun Nunukan ini menjadi tulisan yang menarik untuk dibaca dalam upaya memahami budaya yang hidup dan berkembang di Kabupaten Nunukan dengan berbagai latar belakang masyarakatnya yang heterogen.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pendidikan di Indonesia akan maju dan berhasil jika beberapa aspek saling berkesinambungan. Tiga pilar utama dalam pendidikan utamanya yaitu pembelajar atau peserta didik, pengajar sebagai fasilitator, dan bahan ajar sebagai media informasi yang akan diberikan kepada peserta didik. Berdasarkan ketiga pilar tersebut, maka keberhasilan pembelajaran salah satunya ditentukan oleh kualitas bahan ajar. Kualitas yang dimaksud di sini adalah bahan ajar tersebut harus sesuai dengan tujuan pendidikan, khususnya tujuan pembelajaran matematika. Tuntutan kurikulum pada saat ini juga harus mendukung dan mengoptimalkan keterampilan di era 4.0. Tentunya, ini menjadi tugas besar bagi para pendidik agar dapat menciptakan pembelajaran yang efektif dan efisien. Salah satu poin penting dalam pembelajaran matematika agar bisa optimal adalah kemampuan algoritma atau berpikir secara terstruktur. Kemampuan tersebut tertuang dalam computational thinking. Beberapa pendidikan luar formal di Indonesia saat ini sudah berfokus pada kemampuan berpikir komputasi (computational thinking). Pentingnya computational thinking ini tidak hanya berpusat pada penyelesaian masalah, tetapi lebih ke proses pengembangan dan identifikasi masalah untuk kemudian diselesaikan dengan algoritma yang terstruktur. Kemampuan CT ini juga selaras dengan literasi matematika. Di mana peserta didik merumuskan, menggunakan dan menginterpretasi matematika dalam berbagai konteks. Hal ini mencakup penalaran matematika dan menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematis untuk menggambarkan, menjelaskan, dan memprediksi fenomena. Literasi Matematika dan computational thinking ini akan mendukung asesmen nasional yang saat ini dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan di Indonesia.